;
Tampilkan postingan dengan label stub end hdpe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stub end hdpe. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2013

HDPE FITTING ALL FLANGES

Selasa, 12 Maret 2013



 STUB END DAN FLANGE

Stub end adalah fitting HDPE yang berfungsi menahan flange / backing ring guna koneksi secara flange to flange join. Stub end ada beberapa macam:
1. Berdasarkan panjangnya badan stub end:
  • Long stub end, adalah stub end dengan panjang badan diatas 10cm
  • Short stub end, adalah stub end dengan panjang badan kurang dari 10cm
Pemasangan stub end yang pendek (short) harus menggunakan stub end holder pada mesin butt fusion guna memegang stub end yang pendek tersebut.

 2. Berdasarkan bentuk tirusnya:
  • Stub end bertirus
  • Stub end tanpa tirus
Stub end bertirus memiliki kekuatan lebih dibanding tanpa tirus. Akan tetapi stub end bertirus mengharuskan flange dibubut agar bisa masuk dengan baik posisinya.

Sedangkan flange / backing ring adalah lempengan steel yang digalvanis dan memiliki lubang untuk mur baut serta memiliki standard ketebalan tertentu. Standard flange terbagi atas:
  • JIS standard
  • ANSI Standard
  • PN Standard



Di Indonesia paling banyak menggunakan flange dengan standard JIS kemudian ANSI dan sedikit yang menggunakan PN standard. Hal ini dikarenakan valve-valve Indonesia banyak yang berasal dari Jepang (JIS = Japan Industrial Standard).









 HDPE FITTING ALL FLANGES

Pengertian ALL FLANGES adalah disetiap ujungnya menggunakan stub end dan flange. Dengan kata lain penyambungan antar bagian menggunakan flange to flange join.





 Mengapa diperlukan flange to flange join:
  • Cepat dalam penyambungan
  • Kokoh sambungannya namun bersifat sementara
  • Tidak perlu repot-repot menyediakan mesin butt fusion serat gensetnya
  • Cukup menggunakan kunci pipa mur dan baut saja
  • Sambungan mudah dibongkar pasang serta cepat installasinya
  • Mudah dalam penyimpanan / storage jika tidak diperlukan.

 



WARGA TEHNIK MEKANIKA (WTM),
Tel.021 849 99 139, 849 99 361, 849 98 934
Fax. 021 849 98 927

I Made Juarsa
0818 929 714 (WA), 0812 9681 7230
imadejuarsa@gmail.com

I Made Juarsa - 05.50

Selasa, 26 Februari 2013

Flange to Flange Join

Selasa, 26 Februari 2013

Jenis sambungan pipa HDPE dapat dikelompokkan menjadi:
  • Butt Fusion Join
  • Electrofusion Join
  • Socket Fusion Join
  • Mechanical Join
Pembagian tersebut di atas didasarkan dengan penggunaan mesin penyambung pipa, yaitu mesin butt fusion, electrofusion serta socket fusion. Jika tidak memakai mesin dinamakan mechanical join. Jika ditelesuri lebih jauh, mechanical join sendiri dibagai menjadi:
  • Compression fitting, yaitu menggunakan fitting yang saling mengunci/compress
  • flange to flange join , yaitu sambungan dengan menggunakan flange/backing ring dalam penyambungannya.

 

Flange to flange join

 Bagian-bagian flange to flange join adalah:
  • Pipa HDPE
  • Stub end HDPE
  • Backing ring galvanis
  • Gasket
  • Mur, baut dan washer 
Pipa HDPE disambung dengan tehnik butt fusion dengan stub end yang sudah dilengkapi dengan backing ring / flange. Untuk penyambungan menggunakan mur baut yang terlebih dahulu dipasang gasketnya.






 Pada prinsip penyambungan secara flange to flange join diperlukan dengan alasan sebagai berikut:
  • Penyambungan bersifat temporary, yaitu ada kemungkinan dilepas dikemudian hari
  • Penyambungan jauh lebih cepat dalam instalasinya
  • Mudah dalam penyimpanan di storage pipa 
  • Kuat dan kokoh

WARGA TEHNIK MEKANIKA (WTM),
Tel.021 849 99 139, 849 99 361, 849 98 934
Fax. 021 849 98 927

I Made Juarsa
0818 929 714 (WA), 0812 9681 7230
imadejuarsa@gmail.com










  

I Made Juarsa - 22.25